Rumus Menghitung Cicilan: Flat, Anuitas, dan Menurun

Ringkasnya: cicilan per bulan bergantung pada pokok pinjaman, bunga, tenor, dan metode bunga. Ada tiga metode yang umum dipakai di Indonesia: flat, efektif anuitas, dan efektif menurun.

Pokok pinjaman

Pokok = harga barang − uang muka. Contoh: harga Rp300.000.000 dengan uang muka 20% menghasilkan pokok Rp240.000.000.

Bunga flat

Cicilan per bulan = (pokok + pokok × bunga tahunan × lama tahun) ÷ jumlah bulan.

Contoh: pokok Rp21.250.000, bunga flat 12% per tahun, tenor 3 tahun: cicilan sekitar Rp 802.778 per bulan.

Bunga efektif anuitas

Cicilan per bulan = pokok × i ÷ (1 − (1 + i)−n), dengan i = bunga tahunan ÷ 12 dan n = jumlah bulan. Cicilan tetap sama, tetapi porsi bunga mengecil dan porsi pokok membesar tiap bulan. Metode ini umum pada KPR dan kredit mobil.

Contoh: pokok Rp240.000.000, bunga 6% per tahun, tenor 5 tahun: cicilan sekitar Rp 4.639.872 per bulan.

Bunga efektif menurun

Pokok dibagi rata setiap bulan, sedangkan bunga dihitung dari sisa pokok. Cicilan bulan pertama paling besar lalu terus turun. Cicilan bulan ke-k = pokok ÷ n + sisa pokok × i.

Gaji minimal untuk cicilan

Gaji minimal = (cicilan tertinggi + cicilan lain) ÷ batas rasio. Dengan batas 30%, cicilan Rp 4.639.872 per bulan membutuhkan gaji sekitar Rp 15.466.241.

Hasil ini perkiraan. Bank dan leasing dapat menambah biaya provisi, asuransi, atau memakai pembulatan berbeda.

Coba di kalkulator